Partino & M. Idrus. 2009. Statistik Deskriptif. Yogyakarta: Safiria Insania Press. Jumlah Hal. xiv+118.
Berdasarkan manfaatnya, statistika dapat dibedakan menjadi dua macam, yakni statistika teoritis dan statistika praktis. Di dalam mempelajari statistika teoritis atau statistika matematis, diperlukan syarat penguasaan dasar matematika yang kuat dan mendalam. Pembahasan statistika teoritis mengacu pada penurunan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus, menciptakan model-model dan segi-segi lainnya yang bersifat teoritis dan matematis. Pada statistika praktis, aturan-aturan, rumus-rumus yang telah diciptakan oleh statistika teoritis, diambil dan digunakan mana yang perlu dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. Dengan demikian, pada statistika praktis tidak dipersoalkan bagaimana terjadinya rumus-rumus, melainkan hal yang lebih penting adalah bagaimana cara-cara atau metode statistika dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam menjelaskan suatu fenomena, baik fenomena alami maupun insani.
Sebagian penulis membedakan statistika berdasarkan tahapan-tahapan atau tujuan analisis. Mereka membedakan menjadi statistika deskriptif dan statistika inferensial atau statistika induktif. Statistika deskriptif bertugas untuk menggambarkan (description) tentang suatu gejala. Ukuran-ukuran statistik yang biasa digunakan dalam statistika deskriptif antara lain adalah Nilai Rata-rata (Mean), Standar Deviasi (SD), Varians (SD2), Median (Mdn), dan Modus (Mo). Ukuran-ukuran lainnya yang kurang populair, karena jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah ukuran kemiringan dan kurtosis (keruncingan). Penyajian lain dalam statistika deskriptif berbentuk tabel, gambar, dan grafik dengan berbagai variasinya.




