Safiria Insania Press Blog

Melalui Buku Kami Ikut Membangun Bangsa

Serat Centhini dan Bahasa Arab February 17, 2010

Filed under: BUKU — Safiria Insania Press @ 3:52 am

Junanah, ”Kata Serapan Bahasa Arab dalam Serat Centhini: Kajian Morfosemantis.” Editor: Yusdani. Yogyakarta, Safiria Insania Press, 2010. (327+xxii) halaman.

Resensi di bawah ini dikutip sepenuhnya dari http://imamsamroni.wordpress.com/2010/02/27/centhini/

Buku ini merupakan Disertasi Dr. Junanah pada Program Studi Kajian Islam, Konsentrasi Bahasa dan Sastra Arab, Sekolah Pascasarjana Universias Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, pada 2009.
Buku ini membuktikan bahwa terjadinya perubahan kata serapan bahasa Arab, baik bunyi maupun maknanya dalam Serat Centhini disebabkan oleh proses linguistik, berbeda dengan kesimpulan Rasyidi (disertasinya yang berbahasa Perancis dengan judul “Considerations Critiques du livre de Centhini” Pertimbangan Kritis tentang Serat Centhini, 1956) yang menyatakan bahwa ajaran Islam maupun bahasa Arab dalam Serat Centhini sudah menyimpang dari aslinya

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa adanya kontak bahasa mengakibatkan orang Jawa yang beragama Islam menjadi dwibahasawan, sehingga banyak menggunakan/menyerap bahasa kedua (b2) melalui proses pemasukan dan proses penyulihan. Menurut Haugen, proses pemasukan adalah kata serapan yang sama dengan model, sehingga diterima oleh penutur sebagai milik bahasanya. Sedangkan proses penyulihan adalah kata serapan yang menghasilkan model yang bukan pemasukan, melainkan pola yang sama dari bahasa penyerap (b1).

Selain itu, dengan adanya kontak bahasa mengakibatkan terserapnya bahasa Arab kedalam Serat Centhini, yang terjadi kemudian; a. kata serapan bahasa Arab tetap sama (apa adanya), baik bentuk maupun maknanya, b. kata serapan bahasa Arab berubah bentuk tetapi maknanya sama dan c. kata serapan bahasa Arab berubah baik bentuk maupun maknanya (hal ini terjadi disebabkan ketidaktahuannya akan sumber aslinya).

Perubahan makna (semantik) kata serapan bahasa Arab juga dipengaruhi oleh budaya sebelum Islam (yang masih mempercayai hal-hal mistik), dan karena Serat Centhini merupakan karya sastra yang berbentuk suluk (karya sastra sufi) maka akhirnya menyebabkan timbulnya makna secara semiotik.

Sumber yang dipakai adalah Serat Centhini Latin salinan dari yang asli. Karena Serat Centhini ada duabelas jilid, terdiri dari 4200 halaman, maka peneliti hanya mengambil sampel tiga jilid ( jilid IV, V dan VI, kurang lebih sebanyak 1050 halaman). Dari data yang diperoleh, diklasifikasi dan dianalisis menurut kajian morfologis dan semantis sesuai laras keagamaan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s